Salam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Perlukah Remaja Muslim Merayakan Valentine Day??? (bag.2)

Pandangan Islam terhadap Perayaan Valentine Day

Telah dijelaskan pada tulisan bagian 1 mengenai aktivitas para remaja yang ikut-ikutan merayakan valentine day dengan membabi buta, disertai dengan aktivitas campur baur antara lawan jenis, dan perbuatan maksiat lain, lalu bagaimana sebenarnya hukum ikut merayakan valentine itu, berikut kita kaji bersama dari beberapa referensi.

Islam adalah akidah dan syariah, didalamnya mengatur seluruh kehidupan manusia tidak ada satupun kehidupan yang tidak diatur oleh Islam, setiap muslim wajib mengikatkan seluruh perbuatannya dengan hukum syara’, diharamkan ia melakukan perbuatan tanpa mengetahui status hukumnya, sebagaimana kaedah fikih, mengatakan “al aslu fi al af’al ataqiyudu li al hukmi syar’i yang artinya “Asal =(pokok/hukum) perbuatan itu terikat dengan hukum-hukum syara”.

Allah swt berfirman dalam Quran dalam surah An Nisa : 65 : “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” Dalam Surah Al Maidah : 49 Allah berfirman : “...dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik”.

Jelaslah dari ayat-ayat diatas, setiap muslim wajib mengikatkan seluruh perbuatannya dengan apa yang Allah turunkan Al Quran dan As Sunnah, dan dilarang keras kita mengambil hukum selain dari hal tersebut.
Tidak dijadikan akidah Islam sebagai ikatan pemutus seluruh perbuatan manusia dewasa ini merupakan faktor kenapa banyak remaja sekarang terperosok dalam perbuatan haram, disamping itu ketidak-pahaman mereka terhadap hal tersebut, dan budaya ikut-ikutan memainkan peranan ini. ‘Berkasih-sayang’ versi ‘Valentine’an ini, haruslah diketahui terlebih dahulu hukumnya, lalu diputuskan apakah akan dilaksanakan atau ditinggalkan. Dengan melihat dan memahami asal-usul serta fakta pelaksanaan Valentine’s Day, sebenarnya perayaan ini tidak ada sangkut pautnya sedikitpun dengan corak hidup seorang Muslim.

Tradisi tanpa dasar ini lahir dan berkembang dari segolongan manusia (kaum/bangsa) yang hidup dengan corak yang sangat jauh berbeza dengan corak hidup berdasarkan syariat Islam yang agung. Jika kita fahami nas-nas syara’ dengan lebih mendalam, akan kita dapati aturan yang tegas terhadap masalah ini, antara lain firman Allah SWT: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawaban” (QS Al Isra’ : 36)”

Disini sangat jelas Valentine day adalah budaya orang kafir, yang nyata-nyata kita dilarang untuk mengambilnya, dalam hal ini kita dilarang menyerupai budaya yang lahir dari peradaban kaum kafir, yg jelas-jelas bertentangan dengan akidah Islam, sementara yang boleh diambil dari semua orang(termasuk kafir) adalah dalam masalah terknologi, budaya yang tdk lahir dari pandangan hidup mereka; seperti bahasa asing, menanam padi yang baik, membuat pesawat terbang, komputer, sepeda motor, mobil dan lain-lain, bahkan kita dituntut untuk mendalami hal ini.

Hal ini diperkuat dengan hadist Rasulullah saw : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari golongan mereka“(HR Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar). “Tidak termasuk golongan ku orang-orang yang menyerupai selain golongan umat ku (umat Islam)” (HR Tirmidzi dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari datuknya). Maka sangat jelas kita tidak diperbolehkan “tashabuh”, menyerupai, meniru-niru cara hidup orang kafir yang lahir dari pandangan hidupnya, sudah seharusnya kita tinggalkan semua budaya kufur tersebut jauh-jauh.

Aktivitas muda-mudi ketika merayakan valentine juga banyak yang melanggar syara’, mereka melakukan kadang dengan berduaan/khalwat, antara lawan jenis, saling berciuman, berpegangan tangan, kadang dilakukan dengan ramai-ramai campur baur laki dan wanita non mahram, disertai dengan alunan musik, saling merayu. Padahal sudah sangat jelas bahwa hukum asal kaum wanita dan laki-laki adalah terpisah sebelum ada dalil/keperluan syar’i yang menuntut bertemunya keduanya misalnya berdagang, bekerja, beribadah, haji, sholat, menikah dan lain-lain.
Itupun mereka harus memperhatikan syarat-syarat pergaulan/akhlak wanita berhubungan dengan laki-laki, menutup aurat dengan menegenakan kerudung dan jilbab, tidak berdandan berlebihan, dan lain-lain. Nabi sendiri mengatakan bahwa,” Barangsiapa melakukan amal yang tiada didasari perintahku (Quran dan Sunnah), maka amal perbuatannya tertolak” (HR. Ahmad).

Sungguh ikut merayakan hari valentine adalah tindakan tercela, dan haram bagi kaum muslimin untuk merayakan, Valentine sendiri akar kemunculannya dari orang kafir, barat, apalagi kemunculannya berasal dari budaya lokal, maka sudah sepatutnya kaum muslimin meninggalkan hal tersebut.

Menentukan Sikap

Sungguh sangat jelas sikap yang harus diambil oleh kaum muslimin, bahwa merayakan valentine berarti meniru adat/budaya kufur kaum lain, padahal kita dilarang untuk mengekor, mengambil cara hidup yg lahir dari akidah selain islam, seperti valentine day, juga pemahaman hak asasi manusia, demokrasi, dialog antar agama, kapitalisme, sosialisme.
Sudah cukup kita hanya mengambil pandangan hidup yang terlahir dari akidah islam karena sudah jelas bahwa islam adalah agama yang sempurna sebagiamna diterangkan Allah swt dalam Qur’an surah Al – Maidah : 3, “…….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu……

Begitu pula Allah swt menyuruh umatnya untuk mengikuti standar halal-haram, menjadikan Muhammad Rasulullah sebagai panutan, mengambil apa yang dicontohkannya dan meninggalkan dari perkara yang dilarangnya, sebagimana firman Allah dalam surah al Hasyr :7 : “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.“

Maka apalagi yang kita tunggu selain meninggalkan bentuk pengekoran acara valentine day itu, marilah serkarang kita mulai meninggalkan sesuatu yang memang wajib diingkari, dan memulai untuk berusaha menerapkan ajaran-ajaran islam, memilih-milih mana perkara yang tidak bertentangan dengan islam kita ambil, sementara perkara yang bertentangan dengan Islam kita tolak dan tinggalkan.
Hendaknyalah kita renungkan perkataan sosiolog Ibnu Khaldun yang menyatakan “Yang kalah cenderung mengekor yang menang, dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk di sini adalah mengikuti adat istiadat mereka ……..”

Hal itu selaras dengan apa yang telah di sabdakan Nabi : “Tidak akan kiamat sebelum umatku mengikuti apa-apa yang dilakukan bangsa-bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta“. Diantara para sahabat ada yang bertanya “Ya, Rasululah apakah yang dimaksud (di ini) adalah bangsa-bangsa Yahudi dan Nasrani ?” Rasulullah menjawab “Siapa lagi (kalau bukan mereka) (HR. al-Bukhori)

Akhirnya tinggalkan budaya kufur yang mengumbar hawa nafsu kesenangan duniawi itu, budaya menyesatkan yang dijadikan senjata orang-orang kafir untuk mengekspor peradabannya kepada kaum muslimin, sehingga tercapai target yang diinginkan orang-orang kafir yang memang sangat membenci Islam dan umatnya. Orang-orang kafir ini tidak akan segan-segan mengeluarkan umat islam dari akidah yang dipegangnya yakni akidah Islam dan selanjutnya mengikuti akidah jahiliah, sekulerisme kapitalisme.

Maka itu wahai saudaraku-saudaraku renungkanlah, Allah swt berfirman dalam surah al Baqarah :120 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”(al Baqarah :120)

baca bag.1 Perlukah Remaja....

17 komentar:

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

assalamualaikum wr.wb pak artikelnya udah bagus kalau bisa ditambah dengan ayat2nya,agar lebih menarik nama(siti saleha)9a

irnawati mengatakan... Best Blogger Tips

ass.wr.wb
menurut saya,artikelnya ckp bagus tapi,klau bisa di masuk gambar yg bgs lagi sprti gambar seorang muslim memberikan ksh syng kpd anak yatim piatu.(irnawati 9b)

IRNAWATI mengatakan... Best Blogger Tips

ass.wr.wb
menurut saya,artikelnya ckp bagus tapi,klau bisa di masuk gambar yg bgs lagi sprti gambar seorang muslim memberikan ksh syng kpd anak yatim piatu.(irnawati 9b)

irnawati mengatakan... Best Blogger Tips

assalamualaikum.wr.wb
menurut saya,perlu karena hari valentine tdk slamanya di rayakan oleh orang yang tertentu saja kita pun juga bisa merayakan dgn cara memberikan kasih sayang kpd anak yatim piatu,fakir miskin.ttp dgn sariat tertentu.irnawati

gokil.yura mengatakan... Best Blogger Tips

asslamualaikum wr.wb
menurut saya hr falentine tdk perlu dirayakan bagi remaja muslim .karna hr falentine itu khusus agama lain.

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

assalamualaikum wr.wb
menurut saya:sudah bagus dan tolong bagi remaja islam tidak perlu mengikuti perayaan hari valentine.


Dari:markhan

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

assalamualaikum.wr.wb pa kenapa warna dari artikel diatas harus diganti? padahal bagus lho dari pada warna abu-abu kurang menarik diganti aja dengan warna yang lain.(Alfi 9a)

crew mtsnd mengatakan... Best Blogger Tips

reply for warna background..
ganti warna backgroud tdk ada kaitanya dgn Glamour atau apa aja, tapi hanya sekedar buat penyegaran saja biar ga bosan..

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

Ass.Wr.Wb.

Menurut saya kita tidak perlu merayakan hari valentine,karna kita bisa memberikan kasih sayang kita kapan saja kepada orang2 yang kita sayangi.

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

menurut saya merayakan valentine itu tidak penting karena tidak diwajibkan bagi umat islam

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

ass. wr. wb
pak, menurut saya, saya sangat senang dengan artikel ini, karna dapat menyadarkan seluruh kaum remaja muslim, khususnya anak MTS ENDE.

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

ass. wr. wb
menurut saya artikel ini sangat bagus. dengan artikel ini, dapat menyadarkan seluruh kaum remaja Islam, khususnya remaja MTS Ende.
{ Titin Asnia, kls 9 c.}

tini mengatakan... Best Blogger Tips

ASS, PAK menurut saya hari valentin itu tidak perlu karna tidak di wajibkan oleh umat muslim.[tini9b]

WARDYANA mengatakan... Best Blogger Tips

ass..
menurut saya artikel ini sangat bagus,denga artikel diatas,dapat menyadarkan remaja islam, khususnya remaja MTs.N.ENDE

crew mtsnd mengatakan... Best Blogger Tips

Trims, atas komentarnya, kalau boleh kasih komentarnya berupa kritik dong untuk blog ini, biar lebih tampil bagus lagi...

Anonim mengatakan... Best Blogger Tips

ass..............mnurt sya mrayakan valentineday itu sngat tdk baik.krna valentine day itu hkum nya haram.siti hawa 9c

lian mengatakan... Best Blogger Tips

menurut saya artikelnya sangat bagus,tapi hr valentine itu tidak cocok untuk remaja muslim

Posting Komentar